Sabtu, 29 September 2012

Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia dan Ejaannya

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang dan Masalah 
Bahasa Indonesia adalah salah satu kebanggaan bangsa kita, sebab-sebabnya sangat jelas, tanpa bahasa nasional, kemerdekaan Indonesia tidak akan bisa tercapai dan persatuan bangsa tidak akan mungkin tergalang. Dan karena itulah Bahasa Indonesia lahir sejak zaman penjajahan sampai saat ini.

Namun, tampaknya kebanggaan itu tidak di sertai sikap kritik untuk menelaah bagaimana hal itu dapat terjadi dan apa yang dapat kita petik sebagai pengalaman kemajuan bangsa pada masa-masa yang akan datang. Dengan kata lain, kajian tentang sejarah Bahasa Indonesia masih kurang/tidak sungguh-sungguh diminati orang. Maka dari penulis akan menjelaskan tentang sejarah perkembangan Bahasa Indonesia tersebut, yang berkembang mulai dari zaman penjajahan sampai saat ini.

1.2. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah Perkembangan Bahasa Indonesia Sebelum & Setelah Kemerdekaan?
2. Peristiwa Penting apa saja yang terjadi dalam perkembangan Bahasa Indonesia?
3. Bagaimanakah Perkembangan Ejaan Bahasa Indonesia?

1.3. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui bagaimana sejarah terbentuknya bahasa Indonesia.
2. Untuk mengetahui mengapa bahasa melayudipilih sebagai bahasa nasional bahasa Indonesia.
3. Untuk mengetahui apa saja yang dapat dilakukan untuk membina dan mengembangkan bahasa Indonesia.

1.4. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan adalah sebagai berikut :
1. Memberikan informasi kepada pembaca tentang sejara perkembangan bahasa indonesia
2. Sebagai ajang berpikir ilmiah dan kreatif bagi penulisa.


BAB 2 Pembahasan


2.1. Perkembangan Bahasa Indonesia Sebelum kemerdekaan

   Berdasarkan sejarah yang telah tersirat bahwa bangsa Indonesia memiliki menjadikan bahasa melayu sebagai bahasa persatuan bangsa. Dengan munculnya Kerajaan Sriwijaya (dari abad ke-7 Masehi) memakai bahasa Melayu (sebagai bahasa Melayu Kuna) sebagai bahasa kenegaraan. Hal ini diketahui dari beberapa prasasti, diantaranya:
   1. Tulisan yang terdapat pada batu nisan di Minye Tujoh, Aceh pada tahun 1380 M.
   2. Prasasti Kedukan Bukit, di Palembang, pada tahun 683.
   3. Prasasti Talang Tuwo, di Palembang, pada tahun 684.
   4. Prasasti Kota Kapur, di Bangka Barat, pada tahun 686.
   5. Prasasti Karang Brahi Bangko, Merangi, Jambi, pada tahun 688.

   Pada abad ke-15 berkembang bentuk yang dianggap sebagai bentuk resmi bahasa Melayu karena dipakai oleh Kesultanan Malaka, yang kelak disebut sebagai bahasa Melayu Tinggi. Penggunaannya terbatas di kalangan keluarga kerajaan di sekitar Sumatera, Jawa, dan Semenanjung Malaya.

   Pada akhir abad ke-19 pemerintah kolonial Hindia-Belanda melihat bahwa bahasa Melayu (Tinggi) dapat dipakai untuk membantu administrasi bagi kalangan pegawai pribumi. Pada periode ini mulai terbentuklah “bahasa Indonesia” yang secara perlahan terpisah dari bentuk semula bahasa Melayu Riau-Johor. Bahasa Melayu di Indonesia kemudian digunakan sebagai lingua franca (bahasa pergaulan), namun pada waktu itu belum banyak yang menggunakannya sebagai bahasa ibu. Bahasa ibu masih menggunakan bahasa daerah yang jumlahnya mencapai 360 bahasa.

   Pada pertengahan 1800-an, Alfred Russel Wallace menuliskan di bukunya Malay Archipelago bahwa “penghuni Malaka telah memiliki suatu bahasa tersendiri yang bersumber dari cara berbicara yang paling elegan dari negara-negara lain, sehingga bahasa orang Melayu adalah yang paling indah, tepat, dan dipuji di seluruh dunia Timur. Bahasa mereka adalah bahasa yang digunakan di seluruh Hindia Belanda.”

   Pada awal abad ke-20, bahasa Melayu pecah menjadi dua. Di tahun 1901, Indonesia di bawah Belanda mengadopsi ejaan Van Ophuijsen sedangkan pada tahun 1904 Malaysia di bawah Inggris mengadopsi ejaan Wilkinson.

2.2. Perkembangan Bahasa Indonesia Setelah Kemerdekaan

   Berhubung dengan menyebar Bahasa Melayu ke pelosok nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama islam di wilayah nusantara. Serta makin berkembang dan bertambah kokoh keberadaannya, karena bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat nusantara sebagai bahasa perhubungan antar pulau, antar suku, antar pedagang, antar bangsa dan antar kerajaan.

   Perkembangan bahasa Melayu di wilayah nusantara mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan rasa persatuan bangsa Indonesia oleh karena itu para pemuda Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia yang menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia. Hal ini terbukti dengan lahirnya sumpah pemuda pada tanggal 28 oktober 1928 yang mengiikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa yang semuanya dengan nama Indonesia. Adapun isi dari sumpah pemuda itu adalah sebagai berikut:

   1. Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air           Indonesia.
   2. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
   3. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa               Indonesia.

   Dengan lahirnya sumpah pemuda Bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai bahasa nasional. Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional atas usulan Muhammad Yamin, seorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah. Dalam pidatonya pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, Yamin mengatakan bahwa : “Jika mengacu pada masa depan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya ada dua bahasa yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan Melayu. Tapi dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun akan menjadi bahasa pergaulan atau bahasa persatuan.“

2.3. Peristiwa-peristiwa penting dalam perkembangan bahasa Indonesia

1. Pada tahun 1901 disusunlah ejaan resmi bahasa Melayu oleh Ch. A. van Ophuijsen dan ia dimuat dalam Kitab Logat Melayu.


2. Pada tahun 1908 Pemerintah mendirikan sebuah badan penerbit buku-buku bacaan yang diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat), yang kemudian pada tahun 1917 ia diubah menjadi Balai Pustaka. Balai itu membantu penyebaran bahasa Melayu di kalangan masyarakat luas.


3. Tanggal 28 Oktober 1928 merupakan saat-saat yang paling menentukan dalam perkembangan bahasa Indonesia karena pada tanggal itulah para pemuda pilihan mamancangkan tonggak yang kukuh untuk perjalanan bahasa Indonesia.


4. Pada tahun 1933 secara resmi berdirilah sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya sebagai Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana dan kawan-kawan.


5. Pada tanggal 25-28 Juni 1938 dilangsungkanlah Kongres Bahasa Indonesia I di Solo. Dari hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendekiawan dan budayawan Indonesia saat itu.


6. Pada tanggal 18 Agustus 1945 ditandatanganilah Undang-Undang Dasar RI 1945, yang salah satu pasalnya (Pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.


7. Pada tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan Ejaan Republik (Ejaan Soewandi) sebagai pengganti Ejaan van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya.
8. Kongres Bahasa Indonesia II di Medan pada tanggal 28 Oktober s.d. 2 November 1954 juga salah satu perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus-menerus menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai bahasa negara.


9. Pada tanggal 16 Agustus 1972 H. M. Soeharto, Presiden Republik Indonesia, meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) melalui pidato kenegaraan di hadapan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan Keputusan Presiden No. 57, tahun 1972.


10. Pada tanggal 31 Agustus 1972 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluruh wilayah Indonesia (Wawasan Nusantara).


11. Kongres Bahasa Indonesia III yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober s.d. 2 November 1978 merupakan peristiwa penting bagi kehidupan bahasa Indonesia. Kongres yang diadakan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang ke-50 ini selain memperlihatkan kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan bahasa Indonesia sejak tahun 1928, juga berusaha memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia.

12. Kongres bahasa Indonesia IV diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 21-26 November 1983. Ia diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-55. Dalam putusannya disebutkan bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat yang tercantum di dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara, yang mewajibkan kepada semua warga negara Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, dapat tercapai semaksimal mungkin.

13. Kongres bahasa Indonesia V di Jakarta pada tanggal 28 Oktober s.d. 3 November 1988. Ia dihadiri oleh kira-kira tujuh ratus pakar bahasa Indonesia dari seluruh Nusantara (sebutan bagi negara Indonesia) dan peserta tamu dari negara sahabat seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Belanda, Jerman, dan Australia. Kongres itu ditandatangani dengan dipersembahkannya karya besar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa kepada pencinta bahasa di Nusantara, yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.

14. Kongres Bahasa Indonesia VI di Jakarta pada tanggal 28 Oktober s.d. 2 November 1993. Pesertanya sebanyak 770 pakar bahasa dari Indonesia dan 53 peserta tamu dari mancanegara meliputi Australia, Brunei Darussalam, Jerman, Hongkong, India, Italia, Jepang, Rusia, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Syarikat. Kongres mengusulkan agar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia, serta mengusulkan disusunnya Undang-Undang Bahasa Indonesia.

15. Kongres Bahasa Indonesia VII diselenggarakan di Hotel Indonesia, Jakarta pada tanggal 26-30 Oktober 1998. Kongres itu mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa dengan ketentuan sebagai berikut:
  
1. Keanggotaannya terdiri dari tokoh masyarakat dan pakar yang mempunyai             kepedulian terhadap bahasa dan sastra.
   2. Tugasnya memberikan nasihat kepada Pusat Pembinaan dan Pengembangan             Bahasa serta mengupayakan peningkatan status kelembagaan Pusat Pembinaan dan       Pengembangan Bahasa.

2.4. Sejarah Ejaan Bahasa Indonesia (Ejaan Yang Disempurnakan)

Ejaan merupakan cara atau aturan menulis kata-kata dengan huruf menurut disiplin ilmu bahasa. Dengan adanya ejaan diharapkan para pemakai menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai aturan-aturan yanga ada. Sehingga terbentuklah kata dan kalimat yang mudah dan enak didengar dan dipergunankan dalam komonikasi sehari hari. Sesuai dengan apa yang telah diketahui bahwa penyempurnaan ejaan bahsa Indonesia terdiri dari:

2.4.1. Ejaan van Ophuijsen

Ejaan ini merupakan ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin. Charles Van Ophuijsen yang dibantu oleh Nawawi Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim menyusun ejaan baru ini pada tahun 1896. Pedoman tata bahasa yang kemudian dikenal dengan nama ejaan van Ophuijsen itu resmi diakui pemerintah kolonial pada tahun 1901. Ciri-ciri dari ejaan ini yaitu:

a) Huruf ï untuk membedakan antara huruf i sebagai akhiran dan karenanya harus disuarakan tersendiri dengan diftong seperti mulaï dengan ramai. Juga digunakan untuk menulis huruf y seperti dalam Soerabaïa.
b) Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang, pajah, sajang, dsb.
c) Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer, dsb.
d) Tanda diakritik, seperti koma ain dan tanda trema, untuk menuliskan kata-kata ma’moer, ’akal, ta’, pa’, dsb.

2.4.2. Ejaan Republik

Ejaan Republik (edjaan repoeblik) adalah ketentuan ejaan dalam Bahasa Indonesia yang berlaku sejak 17 Maret 1947. Ejaan ini kemudian juga disebut dengan nama edjaan Soewandi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kala itu. Ejaan ini mengganti ejaan sebelumnya, yaitu Ejaan Van Ophuijsen yang mulai berlaku sejak tahun 1901.

a) Huruf oe diganti dengan u pada kata-kata guru, itu, umur, dsb.
b) Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k pada kata-kata tak, pak, rakjat, dsb.
c) Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2 seperti pada kanak2, ber-jalan2, ke-barat2-an.
d) Awalan di- dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mendampinginya.


Perbedaan-perbedaan antara ejaan ini dengan ejaan Van Ophuijsen ialah:

a) huruf ‘oe’ menjadi ‘u’, seperti pada goeroe  guru.
b) bunyi hamzah dan bunyi sentak yang sebelumnya dinyatakan dengan (‘) ditulis dengan ‘k’,        seperti pada kata-kata tak, pak, maklum, rakjat.

c) kata ulang boleh ditulis dengan angka 2, seperti ubur2, ber-main2, ke-barat2-an.
d) awalan ‘di-’ dan kata depan ‘di’ kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata depan ‘di’ pada contoh dirumah, disawah, tidak dibedakan dengan imbuhan ‘di-’ pada dibeli, dimakan.

Ejaan Soewandi ini berlaku sampai tahun 1972 lalu digantikan oleh Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) pada masa menteri Mashuri Saleh. Pada masa jabatannya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, pada 23 Mei 1972 Mashuri mengesahkan penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan dalam bahasa Indonesia yang menggantikan Ejaan Soewandi. Sebagai menteri, Mashuri menandai pergantian ejaan itu dengan mencopot nama jalan yang melintas di depan kantor departemennya saat itu, dari Djl. Tjilatjap menjadi Jl. Cilacap.

2.4.3. Ejaan Melindo

Ejaan Melindo adalah sistem ejaan Latin yang termuat dalam Pengumuman Bersama Edjaan Bahasa Melaju-Indonesia (Melindo) (1959) sebagai hasil usaha penyatuan sistem ejaan dengan huruf Latin di Indonesia dan Persekutuan Tanah Melayu. Keputusan ini dilakukan dalam Perjanjian Persahabatan Indonesia dan Malaysia pada tahun 1959. Sistem ini tidak pernah sampai diterapkan.

2.4.4. Ejaan Yang Disempurnakan

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi. Pada 23 Mei 1972, sebuah pernyataan bersama telah ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia pada masa itu, Tun Hussien Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Mashuri. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan. Pada tanggal 16 Agustus 1972, berdasarkan Keputusan Presiden No. 57, Tahun 1972, berlakulah sistem ejaan Latin (Rumi dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) bagi bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. Di Malaysia ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB). Selanjutnya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarluaskan buku panduan pemakaian berjudul “Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan”.

Pada tanggal 12 Oktober 1972, Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, menerbitkan buku “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan” dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas. Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No. 0196/1975 memberlakukan “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah”.

Perbedaan-perbedaan antara Ejaan Sebelumnya dan EYD adalah:

‘tj’ menjadi ‘c’   : tjutji  cuci
‘dj’ menjadi ‘j’    : djarak  jarak
‘oe’ menjadi ‘u’    : oemoem → umum
‘j’ menjadi ‘y’      : sajang  sayang
‘nj’ menjadi ‘ny’   : njamuk  nyamuk
‘sj’ menjadi ‘sy’   : sjarat  syarat
‘ch’ menjadi ‘kh’ : achir  akhir


awalan ‘di-’ dan kata depan ‘di’ dibedakan penulisannya. Kata depan ‘di’ pada contoh “di rumah”, “di sawah”, penulisannya dipisahkan dengan spasi, sementara ‘di-’ pada dibeli, dimakan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
Beberapa hal yang perlu dikemukakan sehubungan dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan adalah sebagai berikut.

Perubahan Huruf Ejaan Soewandi  Ejaan yang Disempurnakan


dj djalan, djauh  j jalan, jauh
pajung, laju  y payung, layu
nj njonja, bunji  ny nyonya, bunyi
sj isjarat, masjarakat  sy isyarat, masyarakat
tj tjukup, tjutji  c cukup, cuci
ch tarich, achir  kh tarikh, akhir

Huruf-huruf di bawah ini, yang sebelumnya sudah terdapat dalam Ejaan Soewandi sebagai unsur pinjaman abjad asing, diresmikan pemakaiannya.


   f maaf, fasilitas   
   v valuta, universitas
   z zeni, lezat

Huruf-huruf q dan x yang lazim digunakan dalam ilmu eksakta tetap dipakai
a : b = p : q

Sinar-X

Penulisan di- atau ke- sebagai awalan dan di atau ke sebagai kata depan dibedakan, yaitu di- atau ke- sebagai awalan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, sedangkan di atau ke sebagai kata depan ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya.
di- (awalan) di (kata depan)

   ditulis di taman

   dicuci di kota
   dilempar di jalan
   direnung di sini
   ketua ke kamar
   kekasih ke Jogjakarta
   kehendak ke atas

Kata ulang ditulis penuh dengan huruf, tidak boleh digunakan angka 2.
anak-anak, berjalan-jalan, meloncat-loncat

BAB 3 PENUTUP

3.1. Kesimpulan 
Dapat disimpullkan dari makalah ini, bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa melayu. Bahasa melayu dipilih sebagai bahasa pemersatu (bahasa Indonesia) karena :
1. Bahasa melayu menjadi perwakilan karena bahasa melayu mewakili bahasa yang dipakai oleh kelompok kecil yang dibandingkan oleh kelompok besar seperti bahasa jawa. Hal ini untuk menghindari adanya tanggapan pengistimewaan yang berlebihan terhadap bahasa jawa.
2. Bahasa melayu lebih bersifat linguistik dan tidak memiliki tingkat tutur yang sulit.
3. Bahasa melayu mempunyai sejra sebagai “Lingua Frace” yang digunakan pada masa kerajaan sriwijaya mengalami kemajuan /masa kejayaan.

3.2. Saran
Bahasa Indonesia yang kita ketahui sebagai mana dari penjelasan terdahulu memiliki banyak rintangan dan kendala untuk mewujudkan menjadi bahasa pemersatu, bahasa nasional, bahasa Indonesia. Sehingga kita sebagai generasi penerus mampu untuk membina, mempertahankan bahasa Indonesia ini, agar tidak mengalami kemerosotan dan diperguna dengan baik oleh pihak l


Daftar Pustaka

Tarigan, Prof, DR.HG. Pengajaran Ejaan Bahasa Indonesia, 1984: ANGKASA, Bandung
Badudu, J.S, Cakrawala Bahasa Indonesia II, 1992: PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Rabu, 27 Juni 2012

Tolong Menolong

Tolong menolong merupakan sebuah sifat dasar manusia. Namun tahukah Anda bahwa tolong menolong itu sebenarnya bukan sebuah kewajiban melainkan sebuah kebutuhan manusia yg paling mendasar. Tolong menolong sangat diperlukannya manusia secara rutin untuk kesehatan jiwa serta batinnya.

Ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa seekor tikuspun mampu menunjukkan kebutuhan tolong menolong sesamanya. Sesama tikus maksudnya. Hasil temuan dari penelitian tersebut menunjukkan adanya kebutuhan empati dan kebutuhan memberikan pertolongan. Ingat sekali lagi bahwa tolong menolong adalah sebuah kebutuhan.

Secara alamiah dan secara alam bawah sadar, kita akan merasa tertekan apabila kita melihat orang atau spesies lain mengalami penderitaan. Primata lain, seperti monyet misalnya, telah diketahui memiliki rasa tertekan ketika monyet lainnya juga tertekan dan cenderung untuk memberikan pertolongan. Tikus juga menunjukkan tingkat depresi yang sama saat melihat tikus lainnya tertekan, namun apakah ada tendensi untuk membantu belum diketahui. Dr Bartal, Dr Decety dan Dr Mason dari Unversity of Chicago mengembangkan sebuah model untuk mengetahui rasa tolong menolog diantara tikus ini. Penilitian ini diinisiasi oleh National Institute om Drug Abuse (NIDA) dan diterbitkan dalam jurnal Science terbitan 9 Desember 2011.

Mereka menempatkan sepasang tikus bersama dalam sebuah kandang. Satu tikus dibiarkan bebas berlari di dalam kandang, sementara satunya lagi dimasukkan ke dalam tabung kecil seukuran badan tikus. Pada tabung terdapat sebuah pintu yang hanya bisa dibuka dari luar oleh tikus yang bebas berlarian.

Setelah rata-rata tujuh sesi percobaan, setiap tikus yang bebas mampu belajar untuk membebaskan partner nya. Namun ketika tabung diisi oleh tikus mainan, tikus yang bebas sama sekali tidak berminat untuk membuka pintu tabung. Pada uji berikutnya diberikan dua tabung. Satu berisi tikus yang terpenjara, satunya lagi berisi chocolate chip yang merupakan makanan favorit para tikus. Bisa saja tikus yang bebas mengeluarkan coklat terlebih dahulu baru kemudian membebaskan rekannya yang terkurung. Namun yang terjadi adalah si tikus bebas membebaskan rekannya dan kemudian makan chocolate chip bersama-sama.

Penelitian ini membuktikan bahwa empati dan tolong menolong merupakan kebutuhan biologis dan bukanlah mandat neurobiologis. Hal yang sama yang seharusnya terjadi pada manusia, namun nampaknya terdapat degradasi moral neurobiologis sehingga di jaman sekarang ini jarang sekali yang mau menolong dengan tulus. Coba bandingkan dengan tikus atau primata lainnya yang terbukti mampu menolong dengan tulus terlepas dari kebutuhan biologis dasar lainnya. Artinya mungkin sekarang derajat manusia sedikit demi sedikit mulai mengalami pengurangan. 


Sumber : http://dokterbagus.com/2011/12/26/empati-dan-tolong-menolong/

Manusia & Kegelisahan

Fobia adalah rasa takut yang berlebihan dan tidak wajar terhadap sesuatu obyek benda, situasi, atau kejadian tertentu, yang ditandai dengan keinginan untuk selalu menghindari sesuatu yang ditakuti itu. Perbedaan fobia dengan rasa takut biasa adalah obyek yang ditakuti oleh penderita fobia sebenarnya bukanlah obyek yang menakutkan bagi sebagian besar orang normal.

Apabila seseorang penderita fobia secara tidak sengaja atau terpaksa bersinggungan dengan obyek yang ditakuti, maka akan terjadi reaksi panik, cemas, gemetar, nafas pendek dan cepat, jantung berdebar, serangan jantung, keringat dingin, ingin muntah, kepala pusing, badan lemas, tidak mampu bergerak, dan pingsan.

Ada Beberapa istilah sehubungan dengan fobia :


afrophobia — ketakutan akan orang Afrika atau budaya Afrika.
agoraphobia - takut pada lapangan
antlophobia — takut akan banjir.
bibliophobia - takut pada buku
caucasophobia — ketakutan akan orang dari ras kaukasus.
cenophobia — takut akan ruangan yang kosong.
claustrophobia - takut akan naik lift.
dendrophobia - takut pada pohon
ecclesiophobia - takut pada gereja
felinophobia - takut akan kucing
genuphobia - takut akan lutut
hydrophobia — ketakutan akan air.
hyperphobia - takut akan ketinggian
iatrophobia - takut akan dokter
japanophobia - ketakutan akan orang jepang
lygopobia - ketakutan akan kegelapan
necrophobia - takut akan kematian
panophobia - takut akan segalanya
photophobia — ketakutan akan cahaya.
ranidaphobia - takut pada katak
schlionophobia - takut pada sekolah
uranophobia - ketakutan akan surga
xanthophobia - ketakutan pada warna kuning
arachnophobia - ketakutan pada laba-laba
lachanophobia - ketakutan pada sayur-sayuran

Diantara ratusan jenis fobia tersebut, Sigmund Freud membagi fobia berdasarkan obyek sumber ketakutan menjadi dua macam, yaitu fobia umum dan fobia spesifik. Sedangkan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder IV, dibagi menjadi tiga macam fobia yaitu fobia sosial, fobia spesifik dan agorafobia.

Penyebab Fobia :

  • Penyebab fobia paling banyak adalah peristiwa traumatis, terutama yang terjadi di masa kecil. Pada masa kecil pikiran logis kita belum berkembang baik, jadi banyak kejadian yang kita tanggapi secara emosional, sampai menimbulkan trauma dan kemudian muncul sebagai fobia.
  • Budaya dan Keyakinan - Seperti di Jepang, Cina dan Korea, banyak orang takut dengan angka 4 (tetraphobia). Sedangkan di Italia takut banyak orang takut angka 17 yang dianggap sebagai angka sial. Banyak juga orang yang takut pada angka 13 karena meyakini bahwa angka 13 adalah angka sial. Keyakinan tentang angka-angka sial ini sudah membudaya dan diturunkan dari generasi ke generasi.
  • Pola asuh yang keliru, misalnya terlalu melindungi, menyayangi, melayani, akan mempengaruhi keberanian dan kemandiriannya. Nantinya, bila anak jauh dari orang tuanya misalnya, itu akan mudah membuat anak merasa takut dan cemas. Ketakutannya bisa karena dia merasa sendirian atau takut kalau-kalau ada hal yang akan membahayakan menimpanya.
  • Permodelan dan Pengkondisian. Anak-anak rentan "tertular" fobia apabila pernah menyaksikan seseorang fobia terhadap sesuatu, atau karena ditakut-takuti oleh orang-orang disekitarnya. Misalnya orang tua yang selalu menakut-nakuti anak "Jangan keluar rumah malam-malam, nanti kamu diculik hantu yang seram". Apabila ancaman semacam ini terus-menerus diterima anak, anak bisa menderita fobia hantu sekaligus fobia malam dan fobia gelap, walaupun seumur hidup tidak pernah melihat hantu yang sesungguhnya. Belajar Untuk Merasa Takut. Anda juga bisa membiasakan diri untuk menjadi penderita fobia dengan cara pura-pura takut setiap kali bersinggungan dengan suatu obyek. Tapi siapa yang mau pura-pura takut agar jadi penakut?

Cara Menghadapi Fobia


Sebagian besar penderita fobia menyembunyikan ketakutannya, atau tidak berterus terang kepada orang lain soal rasa takutnya yang tak wajar karena takut dianggap gila atau sakit jiwa oleh orang lain. Sebenarnya fobia bukanlah gangguan mental yang serius, orang yang menderita fobia tetap bisa beraktivitas normal dengan cara menghindari sumber rasa takutnya. Fobia terjadi karena pikiran bawah sadar kita salah memberi arti terhadap peristiwa traumatis yang menyebabkan fobia. Jadi tidak perlu malu atau merasa rendah diri apabila Anda menderita fobia. Mungkin Anda tidak tahu apa yang menyebabkan fobia Anda. Dengan hypnotherapy, anda bisa mengetahui penyebab sekaligus menyembuhkan fobia dengan mudah dan cepat.

Dengan hypnotherapy, Penderita akan di-regresi untuk menemukan penyebab fobianya, kemudian dilakukan pembelajaran ulang atas peristiwa penyebab fobia tersebut. Dengan pemahaman (persepsi) yang baru mengenai peristiwa traumatis tersebut, maka fobia akan sembuh seketika dan tidak kambuh dalam waktu yang sangat lama atau bahkan selamanya.


Saran
Jadi saran penulis jangan pernah malu untuk menceritakan fobia anda kepada para ahli yang dapat membantu menyembuhkan fobia anda. dan ubahlah persepsi anda terhadap peristiwa traumatis yang anda alami menjadi sebuah peristiwa yang normal dan tidak sepatutnya anda takuti. Ingatlah hanya Allah SWT yang layak untuk manusia takuti.


sumber :  http://www.hypnosis45.com/fobia.htm & http://id.wikipedia.org/wiki/Fobia

Senin, 30 April 2012

PANCASILA (ARTIKEL KASUS HUKUM)

Pada suatu hari lahirlah kaka beradik bernama Panca (Laki-Laki) dan Sila (Perempuan) dari seorang ibu bernama Agustina istri dari bapak Agustus. mereka adalah anak ke-17 yang dilahirkan secara bersamaan (kembar). Jadi sebelumnya, 16 kaka mereka selalu meninggal dalam rahim ibunya. Panca adalah seorang laki-laki melankolis(penuh perasaan),baik hati,sangat cinta tanah air dan tidak tegaan, Sedangkan Sila adalah seorang perempuan yang agak tomboi, pemberani, cinta kesuksesan dan selalu bersemangat. Panca dan Sila awalnya adalah kaka beradik yang selalu akur dan saling sayang menyangi. 

Hingga pada suatu saat mereka mulai sering berdebat saat mereka menginjak masa-masa SMP,tepatnya saat mereka menjadi ketua (Panca) dan wakil ketua (Sila) OSIS disekolahnya. Panca mempunyai pemikiran, "Bahwa segala tindakan itu harus dipikir ulang-ulang sampai matang,dan dengan berbagai ketelitian panca indera dimana hati harus lebih peka daripada ego sesaat". namu Sila membantahnya ,"Tindakan itu harus dilakukan secara cepat,lugas tanpa membuang waktu terlalu lama dimana efesiensi waktu harus dipertimbangkan serta ketegasan yang kuat juga harus mampu meyakinkan pendapat yang tepat. ini adalah soal ketegasan, bukan ego!!!" tegas Sila saat rapat OSIS.

Seiring waktu berjalan, makin parah saja pertikaiannya, sampai-sampai mereka
tidak mau satu SMA dan tidur satu kamar. mereka juga jarang tegur sapa, bahkan di meja makanpun mereka tidak pernah terlihat bersamaan. Tingkah laku mereka pun membuat kedua orang tua mereka semakin payah, ditambah Pak Agustus sudah cukup tua untuk bekerja dan hanya mampu mengandalkan uang pensiunnya karna ia adalah mantan guru PKN di sebuah SD.

Pada suatu saat sang ayah memberi nasehat kepada Panca,"Nak.. Memang benar setiap menentukan sesuatu itu kita butuh hati,tapi bukan terlalu berhati-hati yang orang butuhkan. Terkadang orang lebih menghargai ketegasan ketimbang kejujuran, karna mereka anggap ketegasan itu meyakinkan mereka". "Tetap saja saya tidak suka berbohong pak!!" saut Panca dengan keyakinannya. "Bukan harus berbohong juga, kamu bisa saja kan memberi bumbu ketegasan dari setiap sajian kata kata jujurmu itu nak. Bapak suka caramu dalam berkata jujur dan memiliki hati yang tulus, tapi kamu harus mencontoh Sila juga",Ayah Panca. Panca membalas, "Buat apa meniru orang yang egois itu??". Ayahnya meneruskan pembicaraan"Bukan itu yang harus kamu contoh nak, tapi keberaniannya,kegigihannya, semangat juangnya itu yang tidak kau miliki untuk bisa jadi pemimpin. tidak heran bila kamu nanti akan sering ditentang bila tidak memiliki keberanian dan ketegasan". (Panca pun hening).

Selang Sebulan hubungan antara Panca dan Sila masih kritis juga. Sampai pada akhirnya Ayah dan Ibu mereka di panggil yang maha kuasa karna kecelakaan saat berkendara sepeda motor. Panca dan Sila pun mulai merasa bersalah karna tidak dapat akur, tidak patuh dengan orang tua dan merasa jadi anak yang tidak berguna. Setelah kejadian itulah mereka pun kembali akur dan menjadi satu yaitu PANCASILA. Dimana terbentuknya sebuah hukum yang didedikasikan sebagai hasrat cinta tanah air serta tujuan kuat untuk mencapai kesuksesan bangsa. PANCASILA juga harus dikhayati dengan penuh perasaan, penuh pertanggung jawaban dan ketegasan untuk mewujudkannya.



Jadi Pesan dari penulis : Marilah kita junjung tinggi PANCASILA dengan sepenuh hati, dengan ikhlas sebagai bentuk cinta tanah air dan hasrat untuk memajukan bangsa. Jangan mau kalah dengan negara lain! Banggalah dengan apa yang ada di Indonesia! Cintailah PANCASILA! dan wujudkan hukum yang tertib! maka kita pun akan semakin nyaman dan berbangga hati menjadi Warga Negara Indonesia.

Sekian, Kurang Lebihnya saya mohon maaf 

Manusia dan Penderitaan

Definisi Penderitaan

Penderitaan adalah menanggung atau menjalani sesuatu yang biasanya tidak menyenangkan. Penderitaan itu ada tiga macam yaitu penderitaan yang dialami secara lahir (fisik), penderitaan yang dialami secara batin (mental/ psikologis), dan yang ketiga gabungan dari penderitaan lahir dan penderitaan batin (fisik dan psikologis). Tentu saja penderitaan tidak akan mucul jika tidak ada yang menyebabkannya untuk muncul. Disini saya akan lebih membahas tentang sebab – sebab munculnya sebuah penderitaan.


Sebab – Sebab Munculnya Penderitaan
Jika Diklasifikasikan berdasarkan sebab – sebab munculnya penderitaan manusia itu ada dua, yaitu :

a. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia

Penderitaan yang menimpa manisa karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini terkadang disebut nasib buruk. Nasib buruk tersebut dapat berubah menjadi baik. Dengan kata lain manusia itu sendirilah yang dapat memperbaiki nasibnya. Tuhan yang menntukan sedangkan nasib buruk itu manusia penyebabnya. Perbuatan manusia terhadap lingkungannya juga menyebabkan penderitaan manusia. Tetapi kadang manusia itu sendiri tidak menyadarinya, contohnya kita membuang sampah sembarangan sehingga menyebabkan banjir.

b. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan

Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakan dan optimisme dapat menjadi usaha untuk mengatasi penderitaan tersebut.


Ruang Lingkup yang mudah Mengalami Penderitaan (Kekalutan Mental)
Penderitaan / Kekalutan mental sangat rawan terjadi di ruang lingkup antara lain sebagai berikut:
1. Kota-kota besar yang banyak memberi tantangan-tantangan hidup yang berat sehingga oarang merasa dikejar-kejar dalam memenuhi kebutuhan hidupnya,
Ilmu Budaya Dasar Halaman 8 dari 14
sebagaian orang tidak mau tahu terhadap penderitaan orang lain, akibat egoisme sebagai ciri masyarakat kota.
2. Anak-anak muda usia yang tidak berhasil dalam mencapai apa yang dikehendaki atau diidam-idamkan, karena tidak berimbangnya kemampuan dengan tujuannya, sehingga pada orang-orang usia tuapun sering mengalami penderitaan dalam kenyataan hidupnya akibat norma lama yang dipegang teguh sudah tidak sesuai dengan norma baru yang berlaku.
3. Wanita pada umumnya lebih mudah merasakan suatu masalah yang dibawanya kedalam hati atau perasaannya, tetapi sulit mengelurkan perasaannya tersebut, sementara itu mereka memiliki kondisi tubuh yang lebih lemah, sehingga kaum wanitalah yang banyak menjadi penderita penderita psikosomatisme (penyakit akibat gangguan kejiwaan) dari pada kaum pria.
4. Orang yang tidak beragama tidak memiliki keyakinan, bahwa diatas dirinya ada kekuasaan yang lebih tinggi, sehingga sifat pasrah umumnya tidak dikenalnya, dalam keadaan yang sulit orang yang demikian ini mudah sekali mengalami penderitaan
5. Orang yang terlalu mengejar materi seperti pedagang dan pengusaha memiliki sifat dalam memperoleh tujuan kegiatannya, yaitu mencari keuntungan sebanyak mungkin, mereka adalah kaum materialis dan mengabaikan masalah spritual yang justru membuat seseorang pasrah pada saat-saat tertentu.


Cara untuk Menghindar dari Kekalutan Mental


Ada banyak cara untuk menghindarkan diri dari kekalutan mental, kuncinya hanya satu, yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT. ini adalah cara yang paling sederhana tapi terbukti paling efektif, anda tidak perlu mengeluarkan biaya hingga jutaan rupiah hanya untuk mendengar nasehat - nasehat dari para motivator ataupun psikolog. Cukup dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT kita dapat merenungi kembali apa penybab utama dari kegagalan yang sebelumnya yang mana telah menimbulkan sebuah masalah dan kekalutan mental yang kini sedang kita rasakan. tentunya dari situ kita bisa memotivasi diri sendiri untuk maju dan terus berkembang ke jalan yang lebih baik tentunya dengan bimbingan Allah SWT.


Sumber : http://yourdreamisyourworld.blogspot.com/2011/03/manusia-dan-penderitaannya.html

Senin, 19 Maret 2012

Seni Lukis

Seni adalah elemen keindahan yang biasa menyentuh hati ataupun indera penikmatnya. contoh musik menyentuh hati dan indera pendengaran, lukisan menyentuh hati dan indera penglihatan atau pun seni seni lainnya. seni selalu memberikan kekaguman bagi setiap orang yang menikmatinya, bahkan semua orang menyukai seni kecuali orang yang sudah tidak waras. di blog saya kali ini akan dijelaskan macam - macam tipe Seni lukis beserta contoh hasilnya.

Surrealisme
Lukisan aliran surrealisme ini kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering ditemui di dalam mimpi dan sebenarnya bentuk dari gudang fikiran bawah sadar manusia. Pelukis berusaha untuk membebaskan fikirannya dari bentuk fikiran logis kemudian menuangkan setiap bagian dari objek untuk menghasilkan sensasi tertentu yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengerti bentuk aslinya. Salah satu tokoh yang populer dalam aliran ini adalah Salvador Dali



Kubisme
Adalah aliran yang cenderung melakukan usaha abstraksi terhadap objek ke dalam bentuk-bentuk geometri untuk mendapatkan sensasi tertentu. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Pablo Picasso.



Romantisme
Merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. Lukisan dengan aliran ini berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di setiap objeknya. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai latar belakang lukisan.
Romantisme dirintis oleh pelukis-pelukis pada zaman penjajahan Belanda dan ditularkan kepada pelukis pribumi untuk tujuan koleksi dan galeri di zaman kolonial. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Raden Saleh.



Plural painting
Adalah sebuah proses beraktivitas seni melalui semacam meditasi atau pengembaraan intuisi untuk menangkap dan menterjemahkan gerak hidup dari naluri kehidupan ke dalam bahasa visual. Bahasa visual yang digunakan berpijak pada konsep PLURAL PAINTING. Artinya, untuk menampilkan idiom-idiom agar relatif bisa mencapai ketepatan dengan apa yang telah tertangkap oleh intuisi mempergunakan idiom-idiom yang bersifat: multi-etnis, multi-teknik, atau multi-style.



Seni lukis daun
Adalah aliran seni lukis kontemporer, dimana lukisan tersebut menggunakan daun tumbuh-tumbuhan, yang diberi warna atau tanpa pewarna. Seni lukis ini memanfaatkan sampah daun tumbuh-tumbuhan, dimana daun memiliki warna khas dan tidak busuk jika ditangani dengan benar.



Ekspressionisme
Ekspressionisme adalah kecenderungan seorang seniman untuk mendistorsi kenyataan dengan efek-efek emosional. Ekspresionisme bisa ditemukan di dalam karya lukisan, sastra, film, arsitektur, dan musik. Istilah emosi ini biasanya lebih menuju kepada jenis emosi kemarahan dan depresi daripada emosi bahagia.



Impresionisme
Impresionisme adalah suatu gerakan seni dari abad 19 yang dimulai dari Paris pada tahun 1860an. Nama ini awalnya dikutip dari lukisan Claude Monet, “Impression, Sunrise” (“Impression, soleil levant”). Kritikus Louis Leroy menggunakan kata ini sebagai sindiran dalam artikelnya di Le Charivari.

Karakteristik utama lukisan impresionisme adalah kuatnya goresan kuas, warna-warna cerah (bahkan banyak sekali pelukis impresionis yang mengharamkan warna hitam karena dianggap bukan bagian dari cahaya), komposisi terbuka, penekanan pada kualitas pencahayaan, subjek-subjek lukisan yang tidak terlalu menonjol, dan sudut pandang yang tidak biasa.



Fauvisme
Adalah aliran yang menghargai ekspresi dalam menangkap suasana yang hendak dilukis. Tidak seperti karya impresionisme, pelukis fauvis berpendapat bahwa harmoni warna yang tidak terpaut dengan kenyataan di alam justru akan lebih memperlihatkan hubungan pribadi seniman dengan alam tersebut.



Realisme
Di dalam seni rupa berarti usaha menampilkan subjek dalam suatu karya sebagaimana tampil dalam kehidupan sehari-hari tanpa tambahan embel-embel atau interpretasi tertentu. Maknanya bisa pula mengacu kepada usaha dalam seni rupa unruk memperlihatkan kebenaran, bahkan tanpa menyembunyikan hal yang buruk sekalipun.



Naturalisme
Suatu bentuk karya seni lukis (seni rupa) dimana seniman berusaha melukiskan segala sesuatu sesuai dengan nature atau alam nyatan, artinya disesuaikan dengan tangkapan mata kita. Supaya lukisan yang dibuat benar – benar mirip atau persis dengan nyata, maka susunan, perbandingan, perspektif, tekstur, pewarnaan serta gelap terang dikerjakan seteliti mungkin, setepat –setepanya. di dalam seni rupa adalah usaha menampilkan objek realistis dengan penekanan seting alam. Hal ini merupakan pendalaman labih lanjut dari gerakan realisme pada abad 19 sebagai reaksi atas kemapanan romantisme.



De Stijl
de Stijl atau dalam Bahasa Inggris the style adalah gerakan seni di Leiden, Belanda, yang diprakarsai oleh Theo van Deosburg, seorang arsitek dan pelukis di tahun 1917. Konsep ini berkembang seiring terjadinya perang dunia pertama yang berlarut-larut. Komunitas seni de Stijl kemudian berusaha memenuhi keinginan masyarakat dunia mengenai sistem keharmonisan baru, yaitu dengan mencari prinsip – prinsip dan estetika baru di dalam seni. Munculnya gerakan ini diinspirasi oleh gerakan dadaisme.

 


Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Seni_lukis
               http://senisman1sbw.wordpress.com/2010/09/07/aliran-seni-lukis/

Seni Lukis

Seni adalah elemen keindahan yang biasa menyentuh hati ataupun indera penikmatnya. contoh musik menyentuh hati dan indera pendengaran, lukisan menyentuh hati dan indera penglihatan atau pun seni seni lainnya. seni selalu memberikan kekaguman bagi setiap orang yang menikmatinya, bahkan semua orang menyukai seni kecuali orang yang sudah tidak waras. di blog saya kali ini akan dijelaskan macam - macam tipe Seni lukis beserta contoh hasilnya.

Surrealisme
Lukisan aliran surrealisme ini kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering ditemui di dalam mimpi dan sebenarnya bentuk dari gudang fikiran bawah sadar manusia. Pelukis berusaha untuk membebaskan fikirannya dari bentuk fikiran logis kemudian menuangkan setiap bagian dari objek untuk menghasilkan sensasi tertentu yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengerti bentuk aslinya. Salah satu tokoh yang populer dalam aliran ini adalah Salvador Dali



Kubisme
Adalah aliran yang cenderung melakukan usaha abstraksi terhadap objek ke dalam bentuk-bentuk geometri untuk mendapatkan sensasi tertentu. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Pablo Picasso.

Romantisme
Merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. Lukisan dengan aliran ini berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di setiap objeknya. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai latar belakang lukisan.
Romantisme dirintis oleh pelukis-pelukis pada zaman penjajahan Belanda dan ditularkan kepada pelukis pribumi untuk tujuan koleksi dan galeri di zaman kolonial. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Raden Saleh.

Plural painting
Adalah sebuah proses beraktivitas seni melalui semacam meditasi atau pengembaraan intuisi untuk menangkap dan menterjemahkan gerak hidup dari naluri kehidupan ke dalam bahasa visual. Bahasa visual yang digunakan berpijak pada konsep PLURAL PAINTING. Artinya, untuk menampilkan idiom-idiom agar relatif bisa mencapai ketepatan dengan apa yang telah tertangkap oleh intuisi mempergunakan idiom-idiom yang bersifat: multi-etnis, multi-teknik, atau multi-style.

Seni lukis daun
Adalah aliran seni lukis kontemporer, dimana lukisan tersebut menggunakan daun tumbuh-tumbuhan, yang diberi warna atau tanpa pewarna. Seni lukis ini memanfaatkan sampah daun tumbuh-tumbuhan, dimana daun memiliki warna khas dan tidak busuk jika ditangani dengan benar.

Ekspressionisme
Ekspressionisme adalah kecenderungan seorang seniman untuk mendistorsi kenyataan dengan efek-efek emosional. Ekspresionisme bisa ditemukan di dalam karya lukisan, sastra, film, arsitektur, dan musik. Istilah emosi ini biasanya lebih menuju kepada jenis emosi kemarahan dan depresi daripada emosi bahagia.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Seni_lukis